Tahun Baru Lokasi Baru

Akhir 2017, Sapto pindah ke Pangkalpinang. Sementara itu, Anita sudah lebih dulu pindah ke Jakarta. KupuBuku pun ikut pindah seiring kepergian Sapto di lokasi yang baru pada tahun baru 2018.

Sudah dua tahun KupuBuku menetap di Denpasar. Selama dua tahun pula KupuBuku menyewa ruangan untuk perpustakaan. Selama dua tahun tersebut, banyak kisah mengiringi perjalanan KupuBuku dalam mewujudkan impian: semakin banyak sekolah di Indonesia punya perpustakaan yang layak.

Kilas balik perjalanan KupuBuku selama di Denpasar. Dimulai awal tahun 2016, KupuBuku menyewa sebuah ruangan di Jalan Tukad Balian. Di tahun ini KupuBuku menjalin kerjasama dengan Swisscontact WISATA. KupuBuku diberi mandat untuk memberikan pelatihan kepustakawanan bagi beberapa Sekolah Menengah Kejuruan dampingan Swisscontact WISATA yang berada di Pangkalan Bun, Wakatobi, Maumere, Ruteng, Labuan Bajo dan Toraja. Rangkaian pelatihan ini berlangsung dari Mei sampai Juli.

Pada tahun yang sama, KupuBuku menjalin kerjasama dengan perusahaan mutiara Atlas. Kerjasama ini juga berupa pelatihan kepustakawanan bagi 12 Sekolah Dasar dampingan Atlas di wilayah Gerokgak, Bali Utara, pada bulan Juli.

Di bulan yang sama, Anita datang ke Bali untuk membantu kegiatan KupuBuku.

November 2016, sewa ruang perpustakaan di Jalan Tukad Balian berakhir. KupuBuku berencana untuk mencari lokasi baru. Didapatlah sebuah ruangan di Jalan Danau Tempe, sekitar 3 kilometer dari lokasi di Jalan Tukad Balian. Sewa ruangan yang baru ini didukung sebagian oleh BIWA (Bali International Women Association).

Sepanjang tahun 2017, operasional KupuBuku dijalankan dari Jalan Danau Tempe. Tahun ini KupuBuku lebih banyak mengirimkan sumbangan buku-buku bacaan ke berbagai sekolah maupun taman baca di Serui-Papua, Sukabumi, Denpasar, Detusoko-Flores, Gerokgak, Gunung Kidul dan Sarawak-Malaysia. Jumlah buku yang dikirimkan mencapai hampir 1.000 eksemplar.

Sebuah pelajaran menarik tentang pelatihan kepustakawanan juga muncul pada tahun 2017. KupuBuku menyelenggarakan pelatihan di Denpasar dengan menarik biaya pendaftaran Rp 150.000/orang. Biaya ini digunakan untuk konsumsi selama mengikuti pelatihan 3 hari. Para peserta juga mendapat sertifikat di akhir pelatihan. Dari 40 sekolah yang diundang untuk mengikuti pelatihan, hanya 5 sekolah mau mengirimkan peserta pelatihan.

Kejadian ini mendorong KupuBuku untuk menyelenggarakan pelatihan kepustakawanan secara gratis dengan dukungan sponsor. Harapannya, lebih banyak peserta mau mengikutinya. Ilmu pengelolaan perpustakaan pun bisa menyebar lebih banyak. Materi pelatihannya disediakan gratis untuk diunduh dari website KupuBuku.

September 2017, Yorsi (istri Sapto) pindah ke kota kelahirannya di Pangkalpinang, Pulau Bangka. Dia mau mewujudkan cita-citanya, mendirikan lembaga pendidikan. Dalam waktu 2 bulan persiapan intensif, Yorsi mewujudkan RUMBA Pangkalpinang. Kelas PAUD dan Bimbingan Belajar RUMBA mulai menarik minat anak-anak sekitar.

Sewa ruang perpustakaan KupuBuku di Jalan Danau Tempe berakhir November 2017. Sapto siap-siap pindahan ke Pangkalpinang. Anita sudah pindah lebih dulu ke Jawa Barat. Sewa ruangan tidak diperpanjang. Sebagian koleksi KupuBuku mulai dikirim ke RUMBA Pangkalpinang.

Desember 2017, Sapto bersama KupuBuku meninggalkan Denpasar dengan beragam kenangan. Babak baru KupuBuku siap dimulai tahun 2018 dari lokasi baru di Pangkalpinang.

Tinggalkan Balasan