Keberadaan perpustakaan sekolah dapat menambah angka penilaian atau akreditasi sekolah. Namun, yang lebih penting dari itu, perpustakaan sekolah yang aktif diyakini ikut mendukung kualitas pembelajaran. Bagaimana kalau saat ini sekolah belum punya perpustakaan sekolah? Apa yang harus dilakukan?

Mempersiapkan perpustakaan sekolah dari awal memang mudah-mudah susah. Mudahnya, sekarang sudah banyak panduan tertulis untuk mengelola perpustakaan sekolah. Susahnya? Sama seperti usaha apapun di muka bumi ini. Merintis sesuatu yang baru seringkali bukan hal yang mudah dan bisa menyebabkan bingung, ragu, emosional.

Jadi, apa yang harus dilakukan untuk mempersiapkan perpustakaan sekolah? Anda bisa pertimbangkan untuk mengikuti enam langkah berikut:

  1. Rekrut seorang tenaga perpustakaan sekolah.
    Apabila bisa dapat lulusan ilmu perpustakaan, itu luar biasa! Apabila tidak bisa, maka carilah orang yang punya minat dengan administrasi, buku dan literasi. Saat ini, sudah banyak informasi beredar di internet tentang mengelola perpustakaan sekolah. Dengan semangat dan minat tinggi, ilmu perpustakaan bisa dipelajari siapapun.
    KupuBuku juga punya program Pustakawan Hebat! Kelas Dasar untuk melatih tenaga perpustakaan sekolah yang tidak berasal dari latar belakang pendidikan formal ilmu perpustakaan.
  2. Siapkan ruangan khusus perpustakaan.
    Menurut Standar Nasional Perpustakaan (SNP), lebar minimal ruangan perpustakaan adalah 5 meter. Idealnya, luas ruang perpustakaan sama dengan satu ruang kelas pada umumnya.
    Bagaimana bila sekolah sudah tidak punya lahan lagi atau belum punya ruang perpustakaan? Sekolah bisa menggunakan pojok-pojok dalam kelas untuk membuat perpustakaan mini. Bila ruang perpustakaan sudah tersedia dan kondisinya belum memadai (kotor, pengap, gelap), maka lakukan pembersihan ruangan lebih dulu.
  3. Latih tenaga perpustakaan sekolah.
    Khususnya bila orang yang bersangkutan belum pernah belajar tentang pengelolaan perpustakaan. Untuk ini, bisa juga menggunakan materi pelatihan Pustakawan Hebat! Kelas Dasar untuk dasar-dasar pengelolaan perpustakaan secara manual. Kelas Otomasi untuk mengelola perpustakaan dengan program komputer.
  4. Tata ruangan perpustakaan.
    Sambil belajar tentang pengelolaan perpustakaan, ruangan perpustakaan juga bisa mulai ditata supaya rapi dan nyaman buat dikunjungi. Ruang perpustakaan ini diatur menjadi tiga bagian utama, yaitu:

    • Ruangan koleksi;
      tempat rak-rak buku untuk menampung koleksi perpustakaan.
    • Ruang kerja;
      untuk mengolah bahan pustaka dan/atau melayani peminjaman koleksi.
    • Ruang baca;
      tempat membaca buku dengan nyaman bagi para pemustaka (pengguna perpustakaan).
  5. Olah koleksi perpustakaan.
    Buku-buku yang baru masuk ke perpustakaan belum dapat disebut sebagai koleksi. Buku-buku ini harus melalui proses pengolahan lebih dulu, antara lain: dicap, dilengkapi lidah buku, diklasifikasi, dicatat ke dalam buku induk perpustakaan. Tenaga pengelola perpustakaan dianggap sudah mengikuti pelatihan untuk mengolah bahan pustaka. Lihat poin nomor 3 di atas. Untuk mempercepat proses pengolahan, murid-murid kelas 4-6 dapat dilibatkan dengan dilatih lebih dulu.
  6. Setelah semuanya siap, perpustakaan mulai meluncurkan layanan peminjaman dan pengembalian koleksi perpustakaan kepada warga sekolah (murid, guru, orangtua/wali).

Proses ini tentunya tidak bisa berlangsung semalaman. Kondisi masing-masing sekolah juga mempengaruhi kecepatan untuk mewujudkan layanan perpustakaan. Sebagai acuan awal, proses persiapan ini biasanya dapat dilakukan sekitar 6 bulan. Proses yang paling lama umumnya di bagian pengolahan koleksi perpustakaan.

Nah, sekarang Anda sudah lebih mengerti cara mempersiapkan perpustakaan sekolah dari ketiadaan. Bila perlu info lebih lanjut selama proses ini, silakan hubungi KupuBuku melalui email atau WhatsApp. Kami dengan senang hati mendampingi prosesnya. KupuBuku juga menulis materi Aktivasi Perpustakaan Sekolah yang dapat diunduh secara gratis. Materi ini menjelaskan langkah-langkah mengaktifkan perpustakaan sekolah.

Kalau Anda punya pengalaman seru selama mengembangkan perpustakaan sekolah, bisa juga berbagi cerita dengan menulis komentar di bawah ini.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.