Kumpul Berisi

Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini 2018, KupuBuku diundang RUMBA Pangkalpinang untuk berbagi Tips Menumbuhkan Minat Baca pada Anak-Anak. Acara berlangsung mulai pukul 10 pagi sampai 12 siang. Dihadiri sekitar 10 peserta dan semua pesertanya adalah ibu-ibu.

Acara Kumpul Berisi ini berlangsung secara interaktif. Sapto, mewakili KupuBuku, bertanya di awal pemaparan materi. Mengapa minat baca penting untuk ditumbuhkan? Jawaban yang diberikan ibu-ibu cukup beragam. Salah satunya, sebagai bekal untuk masuk sekolah.

Pertanyaan berikutnya. Apa saja masalah yang dihadapi dalam menumbuhkan minat baca? Sebagian peserta beranggapan bahwa gadget atau teknologi, kini, menjadi tantangan. Anak lebih suka menonton YouTube daripada membaca buku.

Lebih lanjut, Sapto berbagi materi manfaat membaca dan hubungan membaca dengan berbahasa. Pengembangan minat baca sebaiknya dilihat dalam gambaran besar keterampilan berbahasa atau literasi. Pengembangan keterampilan literasi pada anak-anak melalui 5 tahapan. Marie Clay, seorang pengajar dari Selandia Baru, mencetuskan teori Emergent Learning pada tahun 1960-an. Teori ini menjelaskan 5 tahap pengembangan keterampilan literasi, yakni:

  1. Tahap Kesadaran dan Eksplorasi (usia bayi – balita).
  2. Tahap Baca dan Tulis Eksperimental (usia prasekolah).
  3. Tahap Baca dan Tulis Awal (usia TK sampai Kelas 1).
  4. Tahap Baca dan Tulis Peralihan (Kelas 2 dan 3).
  5. Tahap Baca dan Tulis Mahir (Kelas 4 dan seterusnya).

Pada bagian akhir presentasi, Sapto membagikan 4 tips untuk menumbuhkan minat baca pada anak-anak:

  1. Kenalkan anak dengan buku sedini mungkin.
    Sejak bayi, anak sebaiknya sudah dikenalkan dengan buku-buku bacaan yang menarik. Saat ini sudah banyak buku bacaan untuk bayi yang beredar di pasaran.
  2. Luangkan waktu untuk membaca bersama anak.
    Idealnya, anak bisa membaca buku bersama orangtua setiap hari. Kebersamaan ini dapat mempererat hubungan emosional antara anak dan orangtua. Membacakan buku untuk anak sebaiknya dengan suara lantang (read aloud), sehingga anak belajar bahwa tulisan di buku dapat diucapkan.
  3. Pilih buku sesuai tahap perkembangan atau minat anak.
    Buku anak-anak pada umumnya banyak gambar, warna-warni, dan sedikit tulisan. Pemilihan buku-buku seperti ini diharapkan dapat meminimalkan kebosanan anak dalam membaca.
  4. Kunjungi perpustakaan kota atau toko buku terdekat.
    Bila membeli buku masih dirasakan mahal, koleksi perpustakaan kota dapat dipinjam dan dipakai untuk mendorong minat baca. Beberapa toko buku juga memungkinkan pengunjung untuk baca sebagian isi buku tanpa harus membeli.
  5. Manfaatkan fasilitas perpustakaan di RUMBA.
    Koleksi perpustakaan RUMBA Pangkalpinang yang beragam, untuk anak maupun orangtua, dapat dipinjam oleh orangtua murid untuk dibawa pulang dalam jangka waktu tertentu.

Tinggalkan Balasan