KupuBuku berkarya guna mewujudkan impian: semakin banyak sekolah di Indonesia punya perpustakaan yang layak. Ada tenaga/orang yang bisa mengelola perpustakaan sekolah dengan baik. Koleksi bukunya beragam dan menarik. Murid dan guru rajin berkunjung dan memanfaatkan perpustakaan sekolah.

Karya KupuBuku saat ini terdiri atas dua program berikut:

PUSTAKAWAN HEBAT!

Pustakawan Hebat! adalah program pelatihan kepustakawanan praktis dan gratis. Pelatihan Pustakawan Hebat! terdiri atas 2 kelas: Kelas Dasar dan Kelas Otomasi.

Kelas Dasar menyajikan dasar-dasar pengelolaan perpustakaan yang mencakup: pengolahan bahan pustaka, layanan sirkulasi, pelaporan dan persiapan untuk penilaian perpustakaan sekolah. Semua kegiatan ini dilakukan secara manual. Harapannya, pelatihan ini dapat diterapkan di sekolah-sekolah yang belum ada jaringan listrik maupun komputer.

Bila peserta sudah menguasai dasar-dasar pengelolaan perpustakaan, mereka dapat mengikuti Kelas Otomasi. Dalam kelas ini, para peserta dilatih menggunakan program komputer untuk perpustakaan. Program ini akan mempercepat pekerjaan mereka di perpustakaan sekolah, serta lebih memudahkan pembuatan laporan.

BAGIBUKU

BagiBuku adalah program donasi buku ke perpustakaan sekolah dampingan. Ciri khas dari program BagiBuku:

  1. Buku baru.
    Buku-buku donasi yang dikirim adalah buku-buku baru. Dengan demikian, tenaga perpustakaan sekolah tidak perlu memilah-milah lagi buku yang layak dan tidak.
  2. Judul buku sesuai kebutuhan.
    Tenaga perpustakaan sekolah membuat sendiri daftar judul buku dan jumlah eksemplar yang dibutuhkan. Buku-buku donasi yang dikirim akan menyesuaikan dengan daftar tersebut.

Tenaga perpustakaan sekolah membuat Kampanye BagiBuku di website ini. KupuBuku ikut mempromosikan kampanye tersebut. Donasi yang terkumpul akan dibelikan buku-buku sesuai daftar kebutuhan. Kemudian, dikirimkan ke sekolah yang bersangkutan.

Kedua karya ini baru menjawab dua permasalahan yang sering ditemui di perpustakaan sekolah: (1) tidak ada tenaga perpustakaan sekolah yang terampil, dan (2) kurangnya buku-buku bacaan yang menarik.

Selain kedua masalah ini, sebagian besar perpustakaan sekolah di Indonesia juga masih punya masalah dengan keterbatasan sarana dan prasarana, serta honor tenaga pengelola perpustakaan yang seringkali belum sesuai dengan standar upah minimum. KupuBuku secara bertahap menggalang dukungan untuk menjawab permasalahan ini. Mau dukung KupuBuku?